tentang Cadenza

Earbud ini, yang nama panjangnya Heavenly Sounds New Cadenza 2018, bikinan mas Joshua Wisnu, lapaknya bernama ProGraph di Toped, lengkap toh infonya.  Habis baca-baca referensi di grup Eli (earbud lover Indonesia) dan Audio Kere Hore di fb, akhirnya memutuskan untuk membelinya sebagai pelengkap Sabia V5.

Housing-nya ya mirip sama Sabia, standar sejuta umat jare.  Kabelnya yang istimewa. mlintir-mlintir dikepang keren. Deskripsi penjualnya sih pake New Flexi Cable & Gold platted Audio jack, konon lebih bagus kabel dan colokannya, kualitas suara yang dihasilkan juga lebih apik.  Lebih-lebih silverplat di bagian tutup driver menjadikannya terlihat elegan, mewah & berkelas.

Suaranya yang dihasilkan jernih, detilnya dapet dan suara vokal jadi istimewa.  Earbud ini memang tak terlalu menonjolkan sisi bass, jadinya mungkin kurang nendang kalau dipakai denger lagu-lagu rock, tapi sungguh enak untuk santai menikmati suaranya Raisa, Isyana bahkan Egha Latoya hehe

Untuk separasi, deuh istilahnya, saya suka ngedengerin lagu cover Aerodynamic – Daft Punk yang dibawain grup dari entahlah, bisa diliat disitu.. suasana di studionya juga terasa, apa istilahnya.. soundstagenya ya, terdengar jelas & lumayan luas.. nah dentuman bass & drumnya terasa pas disitu, tak berlebihan & keren sekali.  Denting cymbal juga terdengar jelas.. Saya sampai covert lagunya ke mp3 untuk koleksi hehe

Intinya kalau boleh saya gambarkan gini, Cadenza ini jikalau diibaratkan cewek, dia lembut, kalem dan menenangkan.  Kelebihannya ada di penggambaran detil dan kejernihan suara.  Sangat pas menemani di saat pagi, atau menjelang malam, atau saat ingin menyendiri dan tak ingin ditemani siapa-siapa kecuali suara dan musik yang nyaman.

Saat saya coba mendengarkan lagu Geisha yang berjudul Lumpuhkan Ingatanku, saya serasa ngeliat band sedang manggung, sedang saya seakan sedang duduk di sudut cafe menyaksikan mereka, sementara Momo pelan-pelan datang menghampiri sambil terus bernyanyi.  Gambaran yang mungkin terasa berlebihan ya.  Tapi ya seperti jargon temen-temen di grup: percaya kuping sendiri deh, soal imaging gini tiap orang beda-beda soalnya hehe Tapi beneran, suara vokalis lebih terdengar maju dan deket.

Walaupun begitu, untuk genre slow rock dan EDM masih nampol kok, walau perlu bantuan ampli mungkin untuk ngangkat, saya pakai Walnut V2 aja terasa banget kok ajibnya, apalagi pake gear yang lebih lagi ya?

Mungkin begitu saja, bagi yang mengedepankan detail, clarity & keseimbangan suara, earbud ini boleh untuk dilirik.  Kalau selama ini sih, berhasil manjain telinga saya. Ohiya, sedikit tambahan, karena penggambaran detil yang baik, Cadenza ini bagus dipake untuk nonton film 😀

Gear yang dipake untuk ujicoba:

  1. Zishan Z1 (mods potensio dan elco by kang Rama Fadilla)
  2. Iphone 5S
  3. Iphone 3G
  4. Desktop PC Lenovo
  5. Walnut V2 (with Burson V5i) as Amp
  6. Kabel m2m by Orion Studio

Playlist:

  1. Slow Rock
  2. EDM
  3. Pop & vokal

Referensi:

  1. JOOX
  2. Koleksi file dengan format mp3 & flac
  3. Youtube.

 

//Review ini saya bikin sebelum RAW sebenernya, tapi baru berani publish reviewnya setelah edit sana sini./

RAW is rawk

Beberapa waktu yang lalu, ada builder earphone dengan jenis earbud yang menawarkan bikinannya.  Ada dua hal utama yang membuat saya memutuskan untuk ikutan preorder:

  1. Dibikin terbatas, cuma 13 biji, dasar ga bisa ngeliat angka 13 fave saya euy
  2. Buildernya asal Bandar Lampung, baca nama kotanya langsung aja teringat bubin LantanG, penulis idola saya ..

Simpel sekali kan alasan saya, selain tentu penasaran dengan detil yang dijelasin mas Anes di grup Earbud Lover Indonesia (ELI), bikin penasaran.  Mas Anes kui yang bikin earbud yang dikasih nama RAW Soulmate ini.

Setelah paketnya sampai pas hari minggu, isinya earbud dengan bonus pouch dan dua pasang earbud foam, yang terpasang earbud foam bentuk donat, setelah itu langsung saya coba selama kurang lebih jam, yang terasa bass dan vokalnya yang dominan, tapi tak terlalu maju juga, pas pada posisinya.  Tapi impresi awal saya abaikan, karena katanya karakter aslinya baru keliatan setelah di burn in beberapa jam, ckck mau denger musik saja sekarang kok ya ribet haha

Baiklah, akhirnya diburn in sesuai saran para ahli, sambil kadang-kadang sambil didengerin juga, selama kurang lebih 20 jam.  Saya berkesimpulan, RAW ini bener-bener RAWK! Powerful tapi tak menutupi detil.  Separasinya bagus, pemisahan antar instrumen tetap terjaga.  Bassnya beneran bulet dan tak berlebihan.  Dan vokalnya keren, gimana ya ngejelasinnya, artikulasinya jelas tapi tak terlampau maju juga.

Nah, yang bikin saya seneng, pas denger lagu lamanya Mel Shandy: Nyanyian Badai, karakter suara gitar ‘kasarnya’ Totok Tewel di lagu itu keluar dengan apa ya, sesuai harapan saya, belum lagi keyboard mas Jodie Suryoprayogo terdengar megah disitu.  Baru kali ini akhirnya bisa ndengerin lagu itu dengan niqmadh.

Kesimpulan saya RAWK ini beneran powerful dan cukup megah, mungkin termasuk allrounder sekaligus membingungkan.   Soalnya dibilang cenderung warm, karena bassnya cukup menonjol, tapi pas part melody gitar, karakter gitarnya keluar dengan baik, trus detil lagu juga tertangani dengan baik & ga nyakitin telinga walau dipake dengerin lama-lama.  Di sisi lain, dengerin lagu yang nonjolin vokal juga terasa enak.  Membingungkan kan menjelaskannya? 😀

Saya juga nyobain beberapa genre lagu untuk ujicoba, dan saya rasa RAW ini cocok untuk genre Rock, tapi EDM pun dilibas dengan baik, nah khusus untuk lagu-lagu dangdut masa kini, duh suara gendang terdengar apik beudh hehe

Jadi begitulah, ga nyesel punya limited edition earbud yg keren ini.  Dan sengaja review ini ditulis di blog saja, ga berani dimasukin di grup, maklum newbie dalam hal ginian hehe. *)

___

Gear yang dipake untuk ujicoba:

  1. Zishan Z1 (mods potensio dan elco by kang Rama Fadilla)
  2. Iphone 3G
  3. Iphone 5S
  4. Desktop PC Lenovo
  5. Walnut V2 (with Burson V5i) as Amp

Playlist:

  1. Rock (classic, grunge, alternatif)
  2. EDM
  3. Dangdut
  4. Pop & vokal

Referensi:

  1. JOOX
  2. Koleksi file dengan format mp3 & flac
  3. Youtube.

//

*) akhirnya nekat dibagikan di grup, dengan seijin & dukungan builder RAW kui 😀