intro.

kemarin malam, berlanjut sampai dinihari, hal yang teramat jarang saya lakukan akhir-akhir ini.  jadwal biasanya:pulang kantor jam setengah lima, sampai rumah mentok jam enaman sore.  palingan malem kalo iseng sehabis magrib muter-muter keliling kota naik motor, kadang sembari nyari makan, seringnya cuma mampir alpamart atas permintaan si bungsu.  lepas jam 10 malem, paling lama jam sebelas, semua penghuni rumah akhirnya lelap.  bangun pagi. sampai sore lagi. repeat. gitu aja puteran waktu.

tapi kemarin malam.  saya lagi berusaha menahan kantuk.  ingin kembali mikirin apa aja sampai kira-kira jam dua dinihari.  baca tempo edisi dua tahun yang lalu.  membuka sedikit Bila-nya bubin.  Lalu tau-tau, membuka kotak sepatu berisi koleksi surat-surat saya dengan honey belasan tahun silam.

Tak seperti biasa. Kali itu saya membaca-baca tulisan tangan saya, yang rasanya lama tak saya lakukan.  Betapa ternyata saya itu absurdnya memang sejak lampau haha.  Nulis surat seakan-akan penerima surat sedang berada di hadapan saya, ngobrol kesana kemari.  Kadang diselingin lirik lagu, dan diakhiri celetukan-celetukan ajaib berupa tulisan.

Saya jadi membayangkan, keadaan saya dulu saat menulis surat itu.  Soalnya saya lumayan detil menceritakan tempat dan keadaan saat nulis, sampai jam dan menit pun sering saya cantumkan.  Dan tentu, membaca kembali ingatan-ingatan yang beberapa detilnya saya sudah samar.

nanti lain waktu, pasti ritual itu akan kembali saya jalankan.

hobi.

saya pikir.  banyak orang yang hobi terhadap sesatu, cenderung melihat kualitas sesuatu hanya dari range harga dan kondisi baru/tidaknya.  lupa akan fungsi utamanya.

padahal tujuan hobi adalah kenyamanan.  masalahnya, nyatanya, sesuatu terkait hobi itu memang biasanya semakin mahal semakin bagus,  semakin baru edisinya, fitur-fiturnya makin bagus.

tapi sekali lagi, intinya adalah pada fungsi.  sama halnya akan fungsi otak *halagh malah mbeleber kemana-mana*

dinihari.

lama rasanya tak menulis jam segini. di saat sunyi, orang-orang sedang terlelap.  pikiran pun antara ingin diam dan berkeliaran.  sementara rencana jauh nanti pagi sepertinya ditunda saja. tapi entahlah, liat nanti pagi.

saya cuma mau introspeksi sedikit saja. ngaca. bahwa saya bukan apa-apa. sejak kapan pun memang begitu.  merasa bukan apa-apa, bukan siapa-siapa itu membuat saya bebas bergerak.

jadi pengamat, tanpa mengeluarkan komentar apa-apa. -itu saya sewaktu masa sekolah-  rasanya sangat menyenangkan.

ahsudahlah.  postingan macam apa ini.  yang penting posting lagi.  toh siapa juga yang baca tulisan ajaib seperti ini.

shut up.

rasanya. akhir-akhir ini saya kebanyakan ngomong.  banyak ngomong hal-hal yang tak berfaedah. saya ingin menguranginya, niat yang terbentuk entah sejak kapan.  tapi tetap saja, mulut saya susah untuk dikontrol. literally maupun laterally.

rasanya saatnya sesekali, atau malah lebih sering lagi menyepi lagi dari segala hirukpikuk ini.  masalahnya, seringkali pula saya malas kemana-mana.  lebih nyaman berada di rumah rasanya.

apapun. prioritas sekarang adalah lebih banyak menutup mulut. dimana pun. sebisanya. terkecuali, mungkin menuliskannya disini. mungkin.

diblok.

beberapa waktu yang lalu, saya berkomentar di fb seorang kawan, tapi setelah baca ulang, rasanya ada yang kurang sreg, komen itupun saya hapus.

tak berapa lama, kawan saya tersebut, membuat status kalau merasa aneh bahwa kadang ada notif komentar tapi tiada pas mau dibuka.  Saya pun ngerasa (mungkin) itu komentar saya barusan, jadi saja saya kasih reply bahwa “tadi saya komen, lalu saya hapus lagi”.

kemudian berlanjut, balesan beliau yang intinya : “ngapain komen sendiri dihapus, mending kan ga komen” ,
saya reply lagi : “lha ya komen2 saya, yg ngehapus jg saya, bebas dong..”

lalu gara-gara obrolan yang menurut saya ga penting-penting amat, dan saya juga tak punya tendensi apa-apa terhadap hal itu, berlanjut dengan pemblokiran semua akun sosmed saya, yang baru ketahui belakangan.

ya tidak masalah juga sih.  lagian saya ini siapa juga.  cuma bingung saja, itu kawan lama, dan rasanya tak pernah punya masalah apa-apa, masa hanya gara-gara komentar yang tak jelas juntrungannya, lalu pertemanan terhalang dinding yang bernama ‘blok’.

saya hidupnya nothing to loose, saja, mau berkawan atau bermusuhan dengan saya, di dunia internet maupun di dunia nyata ya tak ada masalah.  tak pernah keberatan.  tiada ruginya juga buat siapa-siapa.

saya cuma bingung.
itu saja.

posting lagi

terakhir posting disini tanggal 21 Juni.
entah kenapa kemarin ada yang error, username yang berubah dengan sendirinya, saat paswot dirubah, bisa sebentar dibuka lalu error lagi, lebih parahnya saya ga bisa masuk cPanel.  Entah ada apa dengan hosting ini, yang juga terasa sekarang saat dibuka loadingnya lumayan lama.

padahal cuma mau misuh sebentar, kalau tempat kerja suasananya sedang ga asik, jadi pengen cepat-cepat pindah rasanya.  banyak orang yang kerja cuma gara-gara mandang duitnya doang, padahal itu duit siapa untuk siapa buat apa juga.

sudah begitu saja.