a Rockcans named Korsa

Apa yang menarik dari sebuah lagu rock? Distorsi!  Dan itu tergambarkan dengan baik oleh earbuds bernama Korsa 1948 dengan codename Hantu Laut, bikinan anak muda bernama Fadilla Rama Widapratama empunya brand Korsa Barracks.

Rhytm dari lagu-lagunya Seringai, menyerang penuh dan seimbang dari sisi kanan dan menghantam kuping saya, anehnya tanpa ada rasa fatigue dan nusuk.  Saya pikir that’s how a rock song should be heard

Korsa juga menyuguhkan suara drum yang powerful dan imbang, bass drum, snar dan symbal memainkan peranannya masing-masing tanpa tabrakan.  Symbalnya detil, saya sangat terhibur saat memasuki part ropel, buset, perpindahan gerakan stick dari snare-tom-toms-floor tom apik beudh.  Dobel pedal pun tertuntaskan dengan baik.

Di luar masalah drum dan rhytm itu, separasi masing-masing alat musik bisa dikatakan sangat baik.  Background bass terdengar dengan jelas dan bulet tanpa mbeleber kemana-mana. Khusus untuk part melody, saat saya denger part gitar terakhir dari single One – Metallica, setelah dihibur oleh rhytm dan dobel pedal Ulrich, melody mas Hammet meluncur dengan rapi, lengkingannya tak mengganggu aliran rhytm dan drum sama sekali, terlebih dobel melody favorit saya.  Itu asik.

Bagian terakhir, vokal.  Dari beberapa lagu yang saya denger, dari Seringai, Metallica sampai lagu non rock, semacam Solo – Clean Bandit  feat Demi Lovato, itu asik sekali, vokalnya posisinya pas, tidak terlampau maju tapi juga tak menutupi suara instrumen. So, saya pikir untuk lagu-lagu EDM juga nampol nih earbud.

Sekali lagi, saya belum bisa ngasih istilah-istilah teknis dalam review audio karena keterbatasan referensi, walaupun subjektif, saya berusaha objektif sebagaimana telinga saya dengerin.  Kesimpulan saya Korsa ini detil dan separasinya bagus, powerful namun rapi dan megah.  Dan kalau boleh ngomongin soundstage, mungkin ini yang dimaksud gambaran sounstage yang cukup luas.  Gambaran konser S & M (199), saat saya coba lagu Fuel & Wherever I May Roam, suasana panggung dan seluruh instrumen, termasuk orkestranya tergambarkan dengan bagus.

Saat menikmatin Korsa, saya nyoba pake file dengan kualitas HQ di JOOX dan di Apple Music, direct langsung ke iphone 5s yang pake chip Cirrus Logic.  Beberapa lagu saya dengerin pake iphone 3G (Wolfson) yang kadang direct kadang saya pairing dengan amp dari Walnut V2 (opamp Burson v5i)

Ohiya, Korsa 1948 itu saya dikasih pinjem sama kang Fadilla Rama yg mempercayain cansnya untuk diaudisi.  Selain packingnya gagah, bikinannya rapi, pilihan kabel dan jacknya bagus & mewah, saya belum nanya dan belum tahu itu jenisnya apa. Lupa je.

Dan, terakhir, mungkin bisa saya sederhanakan lagi, Korsa is a rockcans* that you must try.

 

/
*rockcans itu bisa-bisanya saya saja, anggap aja gabungan dari kata cans yg ngerock hehe

Leave a Reply