RAW is rawk

Beberapa waktu yang lalu, ada builder earphone dengan jenis earbud yang menawarkan bikinannya.  Ada dua hal utama yang membuat saya memutuskan untuk ikutan preorder:

  1. Dibikin terbatas, cuma 13 biji, dasar ga bisa ngeliat angka 13 fave saya euy
  2. Buildernya asal Bandar Lampung, baca nama kotanya langsung aja teringat bubin LantanG, penulis idola saya ..

Simpel sekali kan alasan saya, selain tentu penasaran dengan detil yang dijelasin mas Anes di grup Earbud Lover Indonesia (ELI), bikin penasaran.  Mas Anes kui yang bikin earbud yang dikasih nama RAW Soulmate ini.

Setelah paketnya sampai pas hari minggu, isinya earbud dengan bonus pouch dan dua pasang earbud foam, yang terpasang earbud foam bentuk donat, setelah itu langsung saya coba selama kurang lebih jam, yang terasa bass dan vokalnya yang dominan, tapi tak terlalu maju juga, pas pada posisinya.  Tapi impresi awal saya abaikan, karena katanya karakter aslinya baru keliatan setelah di burn in beberapa jam, ckck mau denger musik saja sekarang kok ya ribet haha

Baiklah, akhirnya diburn in sesuai saran para ahli, sambil kadang-kadang sambil didengerin juga, selama kurang lebih 20 jam.  Saya berkesimpulan, RAW ini bener-bener RAWK! Powerful tapi tak menutupi detil.  Separasinya bagus, pemisahan antar instrumen tetap terjaga.  Bassnya beneran bulet dan tak berlebihan.  Dan vokalnya keren, gimana ya ngejelasinnya, artikulasinya jelas tapi tak terlampau maju juga.

Nah, yang bikin saya seneng, pas denger lagu lamanya Mel Shandy: Nyanyian Badai, karakter suara gitar ‘kasarnya’ Totok Tewel di lagu itu keluar dengan apa ya, sesuai harapan saya, belum lagi keyboard mas Jodie Suryoprayogo terdengar megah disitu.  Baru kali ini akhirnya bisa ndengerin lagu itu dengan niqmadh.

Kesimpulan saya RAWK ini beneran powerful dan cukup megah, mungkin termasuk allrounder sekaligus membingungkan.   Soalnya dibilang cenderung warm, karena bassnya cukup menonjol, tapi pas part melody gitar, karakter gitarnya keluar dengan baik, trus detil lagu juga tertangani dengan baik & ga nyakitin telinga walau dipake dengerin lama-lama.  Di sisi lain, dengerin lagu yang nonjolin vokal juga terasa enak.  Membingungkan kan menjelaskannya? 😀

Saya juga nyobain beberapa genre lagu untuk ujicoba, dan saya rasa RAW ini cocok untuk genre Rock, tapi EDM pun dilibas dengan baik, nah khusus untuk lagu-lagu dangdut masa kini, duh suara gendang terdengar apik beudh hehe

Jadi begitulah, ga nyesel punya limited edition earbud yg keren ini.  Dan sengaja review ini ditulis di blog saja, ga berani dimasukin di grup, maklum newbie dalam hal ginian hehe. *)

___

Gear yang dipake untuk ujicoba:

  1. Zishan Z1 (mods potensio dan elco by kang Rama Fadilla)
  2. Iphone 3G
  3. Iphone 5S
  4. Desktop PC Lenovo
  5. Walnut V2 (with Burson V5i) as Amp

Playlist:

  1. Rock (classic, grunge, alternatif)
  2. EDM
  3. Dangdut
  4. Pop & vokal

Referensi:

  1. JOOX
  2. Koleksi file dengan format mp3 & flac
  3. Youtube.

//

*) akhirnya nekat dibagikan di grup, dengan seijin & dukungan builder RAW kui 😀


About this entry