Razia motor

Rasanya semingguan ini, dua kali ken razia motor. Ya tak mengapa sih, soalnya surat-menyurat saya lengkap, dan alhamdulillah dompet berisi stnk & sim selalu kebawa.

Masalahnya adalah antri saat diperiksa polisi itu. Selain agak lama, motornya pada ngga di matiin, jadi kebayang sore-sore di tengah-tengah kepulan asap knalpot. Nggak enak.

Nah, sore tadi. Ada dua kejadian menarik.

Kejadian pertama.

Di depan saya, ibu-ibu, bawa dua anak. Satu di gendongan depan, masih kecil sekali, usianya entah berapa bulan. Satu lagi di belakang, palingan tiga-empat tahunan. Saat diperiksa, ibunya turun dulu, buka jok motor karena stnk nya ada di bawah jok ternyata.

Agak lama diperiksa mas-maspolisi junior. Saya nguping & ngamatin. Sepertinya SIM nya ga kebawa, ngecek isi dompet tiada dapet. Lalu junior itu lapor sama seniornya.

Pak polisi senior ngomong sesuatu sama juniornya, ga kedengeran. Lalu ngomong lagi sama si ibu. Lagi-lagi ka kedengeran sama sama. Jadi kepo..

Lalu, pak polisi senior ngelus kepala si balita di gendongan, dan si ibu dipersilahkan terus. Sepertinya tak di tilang. Entah kenapa saya setuju dengan tindakan pak polisi itu.

Kejadian kedua.

Di barisan samping saya -karena razia dilakukan di depan polres, jadinya pemeriksaan dibagi menjadi sekitar delapan baris-, ada seorang bapak tua, tak pakai helm, yang dibonceng seorang ibu cukup tua, juga tak pakai helm.

Sekilas pas diperiksa, sepertinya surat-suratnya lengkap. Tapi saat diberitahu akan kesalahannya, pak tua itu ngeyel.

Kata pak polisi senior (yang meriksa ibu bawa balita barusan): ” bapak coba liat yang lain, nggak malu apa?”

Kurang lebih begitu. Eh, si pak tua nyahut dengan nada cukup tinggi:”ngapain saya malu? Buat apa saya malu..”

Kurang lebih seperti itu. Dan polisi junior di dekatnya nyeletuk: ” udah langsung ditilang aja, ndan..”

Entah kenapa saya setuju dengan pendapat si junior. Tapi saya tak tahu kelanjutan ceritanya, karena giliran saya diperiksa kelengkapannya sudah usai.

Malah berharap cerita itu besok muncul di koran. Soalnya sepertinya kegiatan razia besar-besaran barusan juga diliput wartawan.

Ada-ada saja


About this entry