Hidup ini benar-benar seperti jalanan, panjang tanpa tahu kemana nantinya berakhir, dan juga tak pernah tahu dimana nanti kita berhenti.
Content
File: places
Gara-gara ada yang penasaran komen di postingan sebelumnya, kenapa saya tiba-tiba saja bercerita tentang acara nyuntik sapi gitu. Maka saya ingin bercerita hal ikhwal soal persapian tersebut. Jadi gini ceritanya ya adik-adik, duduk yang manis ya..
Hari Selasa, kawan saya itu nanya, apakah besok ada kesibukan. Dan saya jawab lah ada sekolah sampai jam sebelas, lalu saya teruskan dengan balik nanya, ada apakah gerangan. Ternyata mau ngajak saya ke site penelitiannya di Purwokerto, di sekitar gunung Slamet tepatnya. Lalu saya pun menawarkan diri untuk ke sana naik legenda saya itu saja. [...]
Seringkali berhubung koneksi flash yang anjrut-anjrutan memaksa saya untuk beranjak ke warnet alias warung internet terdekat.
Eh, saya bukan mau ngitungin berapa jumlah cucian saya seminggu. atau proses saya mencuci selama di sini, tak ada guna juga kayaknya diceritain
Sebenarnya sih sudah seminggu lewat, nyaris dua minggu malah. Dan asli saya belum kemana-mana. Terpaksa mengakui kalo urusan menghapal peta, jalan, dan sejenisnya saya paling parah.
Ya, ternyata sudah seminggu liwat dikit saya terdampar di kampung orang ini. ..Dan hari-hari dilalui dengan sepi tanpa dirinya… *halah, bukan ini topiknya*
tau berita tentang sekolah yang digusur pematang siantar itu, kan ?
pagi yang hangat, si kotak sudah di hangatkan, hari ini tak terasa sudah hari ketiga anak-anak sekolah
ada yang bilang saya labil lagi ? hayoo,, sini sini ..


