Teringat -kembali- akan bahasan presentasi tugas yang akhirnya kelar tadi pagi. Walau anti klimaks karena batasan waktu.
Content
File: auk
Jadi, kemarin ada tugas presentasi. Review buku, setelah ditranslate asal-asalan dan semau-maunya.
Apa sih yang mau dicari dan dibuktikan, bertahun-tahun mengejar cinta setelah didapat, malah ditinggalkan dunia memang absurd lalu apalagi?
Jadi, saya serba salah jadinya. Menjelang pemilihan kepala daerah di kampung saya, sekitar enam hari lagi itu. Masing-masing ujuk gigi, unjuk janji, dan unjuk apa aja *kebetulan unjuk dalam bahasa kampung saya artinya beri, kata dasar dari memberi*
Tadi pagi-pagi, habis nganter si sulung, si tengah dan honey. Tiba-tiba tergoda untuk membongkar koleksi saya, harta karun saya.
Tulisan seserhana itu ada yang ngebaca saja saya sudah seneng, apalagi kalau ada yang berbaik hati mengulasnya,
Kembali tentang musik, ya saya mungkin salah seorang ya ga bisa hidup tanpa musik, kayaknya ada yang kurang kalo telinga ga disuguhin bunyi-bunyian dengan irama yang keren
Bagian penting dari blog selain isi dan tema adalah widget, dan berhubung saya sukanya yang simpel-simpel saja, jadinya sangat sedikit widget yang saya pasang di samping blog.
Dari beberapa teman saya yang memberi pernyataan atas blog ini, bisa saya ambil kesimpulan bahwa kadang, errr ok, sering postingan saya mbulet dan ga jelas isinya. Tapi apa mau dikata, kenyataannya memang demikian kok.
Hidup ini benar-benar seperti jalanan, panjang tanpa tahu kemana nantinya berakhir, dan juga tak pernah tahu dimana nanti kita berhenti.


