Mama.

Saya manggil ibu saya dengan sebutan mama. Panggilan yang jamak di kampung saya.

Rasanya tak pernah saya bercerita tentang mama saya di sini.

Mama adalah guru sekolah dasar, yang baru saja pensiun enam tahun yang lalu. Guru yang pola pikirnya begitu lurus dan sederhana..

Kemarin sore, mama minta dijemput, minta nginep di rumah adik, yang rumahnya tak begitu jauh dari rumah saya. Biasanya mama suka begitu saat merasa badannya kurang enak, dan batuk mama sedang parah.

Setelah dijemput, dianter ke rumah adik. Saya pamit pulang.

Sampai tadi malam, jam satu dinihari tepatnya, adik saya nelpon, kalau mama sudah di rumah sakit karena sakitnya mendadak makin parah.

Sesampai rumah sakit. Di ruangan paru. Mama sudah dipasang oksigen. Sudah sangat payah.

Dan bersama adik dan abah. Tepat jam dua dinihari, mengantar mama berpulang ke Maha Pencipta..

..saya tak lagi punya tempat bersimpuh untuk memohon doa..

..innalillahi wainnailaihi rojiun..

9 thoughts on “Mama.”

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun… Turut berduka, Oom. Semoga husnul khotimah, ditempatkan di sisi terbaiknya Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Aamiin3x ya rabbal alamiin…

Leave a Reply