tentang Vitis dan Malus

Di jalan gede bernama Gejayan itu, ada sebuah toko swalayan bernama Indomaret *sungguh ini bukan iklan atau postingan berbayar*

Saking seringnya mampir kesitu, seringnya sama pasukan kecil saya, penjaga tokonya sampe hapal akan tongkrongan saya, eh kebalik saya yang sampe hapal tongkrongan para penjaga toko itu. *dibahas*
:|

Menyenangkannya dari kios swalayan kecil itu, selain setiap barang ada label harga karena saya termasuk orang yang sangat malas dalam tanya menanya harga, apalagi kalo harus menawar.   Hal lainnya adalah keberadaanya yang buka 24 jam.  Jadi selalu ada kala diperluin, seperti tadi pagi, saat di buku laporan sekolahnya si bungsu.  Baru kebaca dan baru tau kalo pagi ini dia diminta membawa buah buat cooking class *hebat euy istilahnya*

Teringatlah dengan si Indo itu, kebetulan ada juga dijual Vitis dan Malus dan Citrus dan apa tadi satunya lagi, saya lupa.

Akhirnya saya memilih si vitis dan malus, dan sorak-sorak bergembira melihat label harganya, bayangin cuma sekitar dua ribuan lebih, ya sekitar 2.650 lah gitu.  Kebayang dong kalo dua biji artinya cuma sekitar enam ribuan.

Jadi aja ambil yang orens satu pak isi dua, yang merah sepak *satu pak maksudnya* isi empat, yang ungu sekotak.

Ke kasir lah saya kemudian.  Membayar dengan cerah ceria.  Lalu kasir memasukkan kode barang eh buah.  Lalu sederet harga tertera di mesin kasir,  Lalu saya kaget.

Hlohh, kok jadinya satu pak buah harganya 15 ribuan?  Apa yang salah dengan matematika itung–itungan saya barusan ?  Tapi karena sudah terlanjur ya dibayarlah, dan karena penasaran abis bayar saya balik lagi ke rak buah.

Dan membaca labelnya dengan seksama, dan tertulis disitu : Rp.2.750 / 100 gr.