Kadaluarsa
5 December 2009 - Filed under auk + sesuatu
Ada tiga bagian yang akan saya jadikan satu benang merah akan sesuatu..
Pertama, saya teringat akan obrolan dengan rekan kerja tentang bos yang sering suka semau gue, juga para penjilat di sekelilingnya.
Tentunya saya tanggapi dengan sedikit tenang dan kebanyakan provokasi hehe,
nggak kok, intinya ada sesuatu yang saya sampaikan pada mereka..
Kedua, ada bagian dari novel Perahu Kertas-nya Dee, yang intinya saling ledek, saat para wanita ngerumpi tentang modal masing-masing saat mendekati lelaki pujaan hati.
Masing-masing saling menilai kelebihan mereka dan siapapun yang mereka anggap pantas dan nggak pantas mendampingi sang idaman, tentunya berdasarkan persepsi mereka yang terbatas lah.
Ketiga, adalah salah satu scene dalam film 2012 yang barusan saya tonton bersama honey kmaren
, saat seorang penyiar unik menyatakan teorinya tentang masa kadaluwarsa bumi tempat kita hidup dan bernafas sekarang.
Inti dari ketiga bagian di atas adalah,
bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di atas dunia ini,
semuanya memiliki masa expired, suatu titik atau batas dimana semuanya pasti akan berubah.
Tinggal sekarang, bagaimana kita menyikapi dan menghadapi masa yang pasti akan datang itu.
Apa sih pegangan kita dalam hidup ini ?
Kekayaan ?
Suatu saat pasti akan habis. Dan saat itu terjadi, can you imagine that ?
Atau modal fisik, kecantikan bagi wanita dan kegagahperkasaan seorang lelaki ?
Ini apalagi, semakin bertambah usia, semakin muncul tanda-tanda kelunturan segala kekuatan dan pesona fisik yang dimiliki.
Hidup mengandalkan koneksi antar manusia ?
Makin parah lah. Hidup kok menggantungkan diri pada sesama manusia, lah kalo seseorang yang kita andalkan itu tiada ? Kemana lagi musti ngadu ?
Mungkin lebih bijak, sekali lagi perbanyak perbaiki diri, selalu menambah ilmu yang baik. Itu mungkin modal yang baik, dan juga bisa dibagikan kepada siapapun tanpa pernah ada habisnya dan tak ada putusnya.
Tak mengenal masa kadaluarsa.
Dan tentu terus berharap dan berserah pada Sang Pencipta Dunia beserta isinya ini.
2009-12-05 » warm



5 December 2009 @ 13:37
that’s soooo… true
5 December 2009 @ 14:32
tulisan yang bagus untuk memaknai tentang ada dan tiada, hilang dan pergi
5 December 2009 @ 14:33
suatu saat semua akan kembali …
5 December 2009 @ 14:38
kalau dalam ajaran agama yg saya anut, yg jd pegangan dlm hidup ini adalah al qur’an dan al hadist..
he he
5 December 2009 @ 16:52
sepakat dengan mbak Nia
5 December 2009 @ 23:23
intinya lakasi kawin….
6 December 2009 @ 12:03
ada itu adalah sebuah awal dari ketiadaan *halah*
6 December 2009 @ 12:21
harta hanya masalah duniawi.. yg penting amal perbuatan kita di dunia..
tp bukan berarti kita mengesampingkan duniawi yaa..
6 December 2009 @ 15:17
belum banyak yang bisa seperti saranmu om.. aku juga belum bisa sepenuhnya
7 December 2009 @ 05:28
setuju bos! satu2nya yg bisa jadi pegangan ya cuma tuhan.. implikasinya adalah mencintai dia dengan jadi orang yg lebih baik hari lepas hari
7 December 2009 @ 13:53
*peluk-peluk om warm*
7 December 2009 @ 19:45
tersesat disini …
iya betul, nothing last forever.
8 December 2009 @ 04:02
Inspiratif +1
Kalo di ngerumpi pasti saya bakal merating terus kabur
8 December 2009 @ 10:42
@christin :
yap
@AbcD
makasih kalo begitu
@Kreatips
dan juga bisa saja pergi utk selamanya, kan ?
@nia
sip
@sunarno
ikutan sepakat ah
@reza
hah ?
@ipied
dan dari tiada bisa jadi ada *nah lho*
@meidy
saling melengkapi, gitu ?
@La
namanya juga manusia, manusiawi sekali tentu itu
@elia | bintang
bijak skali kau ini
@chic
baiklah..
@sisihati
dan saya kadang lupa hal itu
@wongiseng
ealah ada mas pendongeng, met dateng bos *gelar tiker*
13 December 2009 @ 13:02
introspeksi diri :sad:
kalo seimbang pasti lebih enak
sukses dunia, iya
sukses buat akhirat, iya
bgitu ya, oom?
*merenung*
15 December 2009 @ 21:15
Yaaaaah.. percaya nggak percaya, kalo lagi gundah terus baca Qur’an rasanya damaaaaai banget hehehehe
Pegangan kita di dunia ini ya ajaran Agama masing2… tergantung apa yang kita anut dan bagaimana kita mengamalkan semuanya; baik atau buruk