obat asma yang bagus adalah

.. beberapa saat sesudah adzan suhur, seorang sahabat datang bertamu.  seperti biasa ngobrol seakan-akan kami masihlah mahasiswa s1, yang padahal sudah belasan tahun berlalu.  sampai kemudian saja, dia bertanya tentang asma, yang katanya semakin parah dideritanya, ketergantungan dengan obat nyaris setiap hari.  kemudian bertanya adakah solusinya..

saya tak pikir panjang langsung menjawab, dan langsung terpikir akan dua hal yang insya Allah akan membuat asmamu kabur

yang pertama, tentulah rutin bersepeda. membuat pernapasan bagus.  sepanjang yang aku ketahui, tak pernah bertemu taman-teman pesepeda yang mengidap sesak napas.  contoh yang paling jelas, aku berkesaksian, akan si sulung1 . thor itu, dulu, nyaris tiap bulan harus di uap2.  sekarang, akibat nyaris setiap hari bersepeda sejauh kurang lebih 8 km pulang pergi ke sekolahnya, alhamdulillah napasnya bagus, dan tak bersentuhan lagi dengan obat, paling sesekali saja, itu pun sangat jarang sekali napasnya sesak lagi.  biasanya kambuh juga karena cukup lama absen nggowesnya.

yang kedua, adalah pengalaman teman sekantor saya, yang pengidap asma kelas berat.  dulu, kantor saya ada di lantai 3, dan cuma pakai tangga tentu.  tiap hari tak terhitung penghuni kantor turun naik bolak balik dari lantai dasar ke lantai kantor tiap hari begitu.  alhamdulillah itu temen saya pas sekantor rasanya tak pernah sekalipun sesak napasnya kambuh.

jadi dua tips jitu di atas saya rekomendasikan bagi pengidap sesak napas.  bersepeda jika dibiasakan rutin memang bagus untuk pernapasan, itu sudah dibuktikan memang.

kalau berenang, yang konon juga salah satu terapinya, tak bisa saya kasih pandangan, karena teramat jarang berenang, katanya sih bagus juga.   mungkin juga patut dicoba.

____ _

  1. yang barusan saya antar ke bandara, dia kembali sekolah, jauh dari rumah, sedih euy.. ^
  2. inhalasi dengan nebulizer ^

lagi-lagi soal theme

melihat aktifitas pakacil kemarin, persisnya saya lupa lagi, malam hari tepatnya.  gampang saja beliau itu bikin theme wordpress semena-mena, itulah untungnya punya ilmu, menurut saya.

akhirnya tadi, barusan, iseng lagi, utak atik theme, aslinya sandbox-nya, kemudian fontnya terinspirasi lucida grande-nya hemingway-nya kyle neath. jadinya begini

walau, sungguh saya masih penasaran dengan theme sederhana yang di web plaintxt.org itu.

dan widget berjudul search, setelah dipasang justru tak bisa muncul euy, ada yang bisa bantu saya?1

__

  1. masalah lainnya, liat aja bagian akhir tulisan ini, sungguh berantakan, entah apa tadi yang saya hapus-hapusin di css-nya :3 ^

sambal petis saingan banyak mliwis

seperti diketahui khalayak ramai, lidah saya ini agak agak agak sensitif terhadap pelengkap makanan yang bernama kecap, begitu pula dengan kerabatnya. dan sampai saat ini, peringkat kecap paling enak di negeri ini, masih tak bergeser dari banyak mliwis dari kebumen nan legendaris itu.

akan tetapi, hari kemarin, saat sore hari yang hujan lumayan deras, tatkala berkunjung ke rumah om haris a.k.a mansup, saya disuguhi tempe dan tahu goreng oleh sang nyonya rumah, kan jadi ndak enak nolak sayanya.

setelah mencoba, nyicip satu potong, lha kok rasanya luar biasa, ini mesti tuan rumah kursus masterchef lumayan ketat.  dicoba lagi, semakin enak, sampai satu piring gorengan itu ludes dihabiskan bergotongroyong.  dan tersangka yang membuat gorengan itu semakin terasa enak adalah sebotol sambal petis botolan rumahan bikinan martapura. luar biasa!

tak ada informasi yang terang di labelnya1, selain nomor ijin P-PRT yang artinya bikinan ibu rumah tangga.. selain itu huruf kapital HMD dan tanda centang di atasnya sebagai merk, mungkin inisial penjualnya, seperti Amd begitu.. terakhir di paling bawah label ada tertera lokasi pembuatan, sekaligus nomor henpon . ntar saya telepon ah..

dan, sambal petis ini sangar saya rekomendasikan bagi yang ingin makan gorengan atau apapun yang memerlukan sambel petis atau kecap.  rasanya enak, kata mansup : stabil, entah istilah macam apa pula itu.  yang jelas di lidah saya rasanya semua campurannya begitu pas, antara kadar manis, sedikit pedas dan gurih yang samar berpadu begitu indah dan harmonis, mampu menghantam bagian dalam mulut dengan sukacita riang gembira.

intinya itu enak, dan patut dicoba.  sekarang konon berdasarkan informasi sesaat, sudah tersedia di pasar banjarbaru dan martapura tentu, selain di supermarket azzahra, itu adanya juga di banjarbaru.

dan saya mendadak ingin menggoreng tahu, sebotol sambal petis yang baru saya beli itu begitu kurangajarnya menggoda.. baiklah!

penampakan kecap eh sambal petis saingan banyak mliwis

___

  1. yang saya duga hasil editan label kecap yang sudah terkenal itu hehe ^

Warung H. Japlawi

/ Juli 1992

Yang lelaki, berjins biru pudar, berkaos merah, kusam.  Yang perempuan,  tak lagi terperhatikan detilnya, yang pasti rapi dan wangi.  Berjalan bersisian, menuju arah utara.  Ada bioskop misbar di barat jalan.  Rencananya kesitu. Paling tidak begitu, rencana si lelaki kusam.

“Jadi nonton. kan?”
Yang ditanya menggeleng pelan, dan ragu.
Kemudian hening, hanya suara gesekan kerikil-kerikil di sisi jalan yang terdengar, sesekali dipecah motor yang sudah jarang lewat.  Jalanan sehabis isya memang begitu. Walau sabtu malam pun.

Di kilometer 6, langkah terhenti, kembali menawarkan sesuatu, sebuah opsi lain.
“Makan aja, gimana?”
Yang ditanya tersenyum, kemudian mengangguk.  Tak ragu.

Di seberang kamaratih, demikian misbar itu biasa disebut, warung yang terkenal dengan gado-gado dan satenya.  Kata teman-temannya disitu enak, recommended dan harganya tak mencekik kantong pelajar sepertinya.

Waktu yang tersisa pun, dihabiskan dengan menikmati semua rasa yang terkumpul di petak warung sederhana itu.  Tak lama-lama, karena malam tak panjang.  Kembali pulang, bersisian menuju arah selatan.

/ Juli 2015

Katana hijau itu, tanpa ragu menepi di sisi barat jalan.  Di seberang alfamart yang di sisi Samsat, tidak persis di seberangnya memang.  Seperti biasa udara siang di daerah sekitar situ terkenal dengan panasnya, juga hembusan anginnya yang seakan menetralisirnya.

Warung mie ayam itu tampaknya masih baru, berdinding papan berlantai tanah.  Sudah ada satu keluarga yang duluan memesan menu utama disitu.

“Mas, mie ayam baksonya tiga..”
Yang dikasih pesanan mengangguk.

Menunggu pesanan, menggendong si bungsu yang ribut mungkin karena panas dan haus.  Menggandeng si cewek di sisi kiri, dan si tengah di sisi kanan.  Si sulung menyusul.  Menyeberang ke sisi timur jalan.  Jalanan yang sedang ramai, masih suasana lebaran tampaknya.

Sebotol teh, beberapa bungkus permen, bubur, digenggam menuju kasir.  Sepintas sebelum membayar, mata lelaki itu menangkap sebaris kata di spanduk yang tertempel di warung tepat di seberang jalan.

Warung H. Japlawi

Tersenyum lebar.

Sesaat setelah menemui wanitanya, menawarkan sesuatu.

“Neng, di sebelah warung itu, mau pesen apa, dibungkus aja ya?”
“Gado-gado, bang!”
Menjawab tanpa ragu, kali ini.

.

ps.

.

sesampai di rumah..

“persis seperti dulu ya, bang? Enak..”

Yang ditanya tak sempat menjawab, hanya asik dengan gado-gado yang lontongnya begitu lembut dengan saus kacang coklat muda yang tak kalah lembut.  Sate yang hanya terdiri dari tiga potong daging itu pun tak kalah enak. Terbetik sedikit rasa sesal karena cuma membeli satu bungkus, sembari berusaha menguras memori tentang rasa makanan itu beberapa tahun yang lalu, tapi gagal, yang terbayang hanyalah seorang gadis yang mungkin pertamakali berhasil diajaknya makan malam.  Ah makan malam, kosakata yang mewah.

hikayat robek band

dengan musik, kami tunjukkan kelemahan kami di dalam bermusik
The Panasdalam

tadi agak siangan, demi sedikit urusan saya berkunjung ke rumah teman kuliah dulu, di sudut ruangannya, tempat saya kadang juga suka nongkrong pas kesitu, berdiri dengan gagah Gibson Les Paul Custom, ya bukan versi originalnya sih, tapi tetap saja keren.  Kebetulan kawan saya ini, sama seperti halnya saya, penggemar berat Slash berikut G n’ R yang tetep setia tak peduli move on.

Sesekali kembali nostalgia, saat sama-sama nekat bikin band dadakan, yang cuma eksis saat ada festival musik.  Dan nekat pula sering mengikutinya, walau tak pernah menang haha

Duluu itu ikutan karena diajak, dan kebetulan angkatan saya kekurangan pemain untuk posisi genjreng-genjreng.  Dan suatu hari band itu, kami kasih nama robek band, inisial pemain-pemainnya yang luar biasa.  Luar biasa nekatnya.

Memegang Gibson itu, beda memang kembali mengulang-ulang latihan fingering, seadanya tentu, karena saya mainnya tanpa teori musik sama sekali. Jadi inget dulu, saya yang sama sekali tak punya gigs, tak punya equipment, jadi kalo mau manggung sibuk cari pinjeman kesana kemari untuk latihan.

Tak punya electric gitar, tak punya effect nya pula.  Jadinya permainan pun tak meningkat, begitu begitu saja.  Saya pikir kalau ingin sesuatu dengan hasil maksimal, memang kudu modal.  Tak bisa seada-adanya. Harus diada-adakan.  Dan harus latihan semaksimal mungkin, sebanyak mungkin.

Dalam hal apapun, jika ingin hasilnya bagus, harus begitu. Ya ya dulu kurang usaha juga.  Hal ini tak patut ditiru ya nak.