Mama.

Saya manggil ibu saya dengan sebutan mama. Panggilan yang jamak di kampung saya.

Rasanya tak pernah saya bercerita tentang mama saya di sini.

Mama adalah guru sekolah dasar, yang baru saja pensiun enam tahun yang lalu. Guru yang pola pikirnya begitu lurus dan sederhana..

Kemarin sore, mama minta dijemput, minta nginep di rumah adik, yang rumahnya tak begitu jauh dari rumah saya. Biasanya mama suka begitu saat merasa badannya kurang enak, dan batuk mama sedang parah.

Setelah dijemput, dianter ke rumah adik. Saya pamit pulang.

Sampai tadi malam, jam satu dinihari tepatnya, adik saya nelpon, kalau mama sudah di rumah sakit karena sakitnya mendadak makin parah.

Sesampai rumah sakit. Di ruangan paru. Mama sudah dipasang oksigen. Sudah sangat payah.

Dan bersama adik dan abah. Tepat jam dua dinihari, mengantar mama berpulang ke Maha Pencipta..

..saya tak lagi punya tempat bersimpuh untuk memohon doa..

..innalillahi wainnailaihi rojiun..

masalah sound driver lenovo ideacentre aio 300-22isu

judulnya seakan-akan postingan berbayar, padahal tidak..

jadi, saat sedari awal kerja di tempat baru ini, belum ada komputer yang bisa saya pakai untuk sub bagian saya, karena ajaibnya katanya dipinjem sama orang terdahulu dan belum dikembalikan.  Lha, barang kantor kok ya dianggap properti pribadi gitu, ada-ada sahaja..

lalu, atas ide kawan, agar mengakuisisi pc big boss yang konon katanya sudah setahun nganggur ga disentuh-sentuh.  saya pun memberanikan diri untuk makai barang nganggur itu, untungnya beliau itu mempersilakan saja, jadi saya angkut lah, pc al-in-one lenovo dengan seri aio 300-22isu itu.

dan baru beberapa saat barusan saya sadar, kalau ada masalah dengan sound driver.  Akhirnya nyari di web lenovo, donlot driver trus instal.  Berhasil bunyi!  tapi masalahnya, saat nyolok earphone, kok ya sunyi senyap.  Nyoba headset temen juga gagal.

gugling bentar tak jua menemukan jawaban yang memuaskan, sampai akhirnya memutuskan untuk nyari sana sini lagi, sampai akhirnya ketemu downloadcenter-nya intel itu.  download, trus instal ulang sound driver.  Alhamdulillah, akhirnya headset eh earphone akhirnya bisa dipakai lagi..

begitulah, kejadian sepagi menjelang ini akibat kantor sepi, ditinggal orang-orang nyari durian, sungguh kejam sekali, awas kalian ya, tunggu pembalasan saya ntar #lah ..

2018.

tahun baru ini, ingin membaca dan belajar lebih banyak lagi.  Tapi belum apa-apa, sudah harus perang dengan rasa malas ini.  Sementara kerjaan yang sebenarnya tak begitu padat dan sulit juga sebenarnya, tapi dibikin rumit oleh beberapa orang, mungkin juga oleh saya juga.

beberapa waktu lalu, dikasih tau soal proses ATM-amati-tiru-modif oleh tetua kantor, terkait rencana sedikit inovasi kerjaan, entahlah bisa terwujud apa tidak.  Sebenarnya soal kerjaan ini, rada males kalau selalu terkendala dan, budget dan sejenisnya.  Maunya yang sederhana dulu dan memberdayakan sumberdaya yang ada.

Ujug-ujug saya malah teringat apa kata Banksy :

jadi, mikir gimana supaya tidak stuck gini.  sementara niat ngirim propose untuk ngajar aja belum kesampaian juga ergh mudahan besok deh.

ya ini masih tanggal 10, kawan.  januari pula. tapi pikiran sudah berkelana tiga bulan ke depan..

 

kilas 2017

.. hal paling bla bla bla dari tahun 2017 ini tentulah LULUS KULIAH!

selain kembali pulang ke rumah dan kembali kerja.

awal tahun saya sebenarnya sudah ujian tertutup, tapi diuji sembilan orang penguji di ruangan tertutup di hari terakhir deadline itu belumlah cukup.   Ada syarat yang belum saya cukup, sehingga di saat kawan-kawan saya yang ujian di hari yang sama itu yudisium keesokan harinya.  Saya masih harus menghadapi ujian terbuka paling lambat tiga bulan kemudian.  Artinya bulan april adalah batas akhir.

Dan, Tuhan becandanya begitu serius dengan saya.  Masih inget saat awal-awal kuliah, terbetik keinginan untuk lulus tepat waktu, lebih tepatnya sesuai batas waktu yang ditetapkan.  Melalui drama sana sini, akhirnya ujian terbuka pun di tetapkan tepat di akhir bulan April, yang mana sudah tidak mungkin untuk mundur sehari pun dari jadwal.

Endingnya, ujian terbuka bisa berjalan, dengan disaksikan oleh keluarga besar, abah, mama, bapak & umi mertua, honey dan anak-anak, ading ketiga dan ponakan.. itu si honey yang keuekeuh untuk bawa rombongan .. Walau tak maksimal ngajak jalan-jalan keliling Jogja, ngeliat orangtua senang ngeliat anaknya lulus aja sudah cukup mengharukan bagi saya.

Jujur, jangankan mikir saya lulus kuliah kemarin itu, waktu saya bilang mau nerusin kuliah aja di awal 2010 abah seperti tak percaya..  Lha gimana, wong dulu waktu S1 aja pernah terancam DO dan lulus dengan terengah-engah, malah nekat mau kuliah terus gitu..

Setelah prosesi ujian berakhir, rombongan pulang, saya tinggal sejenak, mempersiapkan diri untuk melunasi nazar: pulang naik sepeda..  Untungnya mas Radith mau menemani perjalanan cukup panjang itu, walau katanya cuma sampai Cemorosewu doang.

Perjalanan yang direncanakan empat hari, ternyata bisa dipercepat jadi tiga hari.  Perjalanan lengkap bersepeda rada jauh itu bisa ditengok di sana.

Sampai kampung halaman, menikmati rumah berhari-hari, berbulan-bulan, juga tak lupa lapor kantor, yang sambutannya seakan-akan saya ini ada lebih dari mereka, padahal cuma lebih di waktu sekolahnya, kan hehe.

Sempat kerja di bidang yang bikin saya mbathin, untungnya kemudian pindah ke bagian baru yang bikin saya harus belajar lagi, lebih banyak lagi, secara bagian ini dulu-dulunya tak pernah kepikiran untuk saya tempati..

Tapi rekan-rekan kerja yang baru ini menarik, sih.  Mempelajari kerjaan dan karakter orang-orangnya sekaligus seringkali menyenangkan, urusan pusingnya belakangan deh haha

Apalagi.  Anak-anak yang liburan cukup panjang di akhir tahun.  Jalan-jalan yang cukup menyenangkan, mungkin ditulis terpisah saja baiknya. Tapi senang melihat mereka kuat jalan nanjak-nanjak.

Kesimpulannya.  Tahun 2017 ini menyenangkan.  Itu dulu.

idealisme pernah ada

..waktu sekolah, saya rasanya sangat idealis, paling tidak dalam hal tak mau mencontek sekaligus pelit karena tak mau memberi contekan

Walaupun nyatanya saya memang tak pinter-pinter amat, tapi mikirnya ulangan atau ujian sekolah adalah tanggungjawab masing-masing..

Sampai pernah seorang kawan dongkol saat saya tak mau membantunya saat ujian praktek

Saat kuliah, sudah agak berkurang, selain pelajarannya makin bikin mumet. Saya sudah mau berbagi jawaban saat mood, toh jarang-jarang juga saya bisa menjawab soal ujian dengan baik dan benar..

Sekarang. Apa?

Hanya sedikit saja mungkin idealisme saya yang tersisa. Seperti mengurangi makai software bajakan. Iya mengurangi. Soalnya kadang masih nonton youtube yang sumbernya mbuh. Masih muter mp3 yang dulu hasil donlot entah darimana. Dan segala yang absurd sumbernya di ranah internet.

Lainnya. Soal kerja. Saya masih bertanya pada diri sendiri..

kembali ke Stretch

..kira-kira empat bulan yang lalu, saya pernah upgrade Debian ke Stretch, untuk kembali saya downgrade lagi.  Dan tadi pagi yang sudah rada siang, saya tergoda untuk kembali mencoba Stretch, karena saya pikir sekarang mungkin sudah lebih stabil dibanding saat mencobanya dulu.

Sementara, saya tak bisa menyimpulkan apa-apa, namanya juga user kambuhan, yang bisanya cuma make doang, kalo ada masalah tinggal mengandalkan gugel semata hehe

Yang jelas, sekarang apa, sih?  Perlunya leptop cuma sekedar untuk ngetik pake aplikasi office, yang sudah bisa tertanggulangi oleh Libre dan WPS, walau saat ngeprint kadang terdapat sedikit masalah, lalu untuk browsing.  Udah itu aja, kan?

Ngomong-ngomong, saya baru tahu kalau debian malah sudah ngerilis debian buster, halagh apa pula itu.. nantilah nunggu versi stabilnya saja dua tahun lagi, itu juga kalau saya masih tertarik utak-atik semena-mena seperti sekarang ini hehe

tentang potret jejak napas

… judul di atas, adalah judul-judul dari serial anak-anak mama alin, jika belum ada yang tahu.  Mumpung tulisan baru di blog ini belum banyak, maka saya akan membagi tulisan-tulisan di sini ke dalam empat kategori di atas, pembagiannya mbuh masih dipikirkeun haha absurd.

Kalaupun ada kategori tambahan, maka masuk dalam kategori bila.  Ini mungkin hanya untuk hal-hal luar biasa.  Itu juga diambil dari satu novel bubin lantanG yang terbit di tahun 1992.

Soal jejak tulisan, mungkin juga, tak bakal berawalan tentang lagi, bosan juga lama-lama dengan awalan judul yang monoton.

Dan ya pikiran tentang kategori-kategori tulisan itu baru kepikiran saat tadi malam saya membaca (lagi-dan-lagi) buku karya bubin itu, dan belum habis saya membaca bila, saya sudah lelap lalu bermimpi cukup panjang, tentang bersepeda jauh, sampai-sampai entah bagaimana ceritanya, sadel brooks saya dicuri.

Untung cuma mimpi.

jadi begitulah cerita tak penting hari ini. Kisah lainnya, sebenarnya tentang sedikit ketidakstabilan suasana kantor. Nantilah saya ceritakan jika bisa menyusun cerita agak lebih baik lagi.

 

tentang marah dan bijak

..walaupun secara tersirat, saya tahu seorang kawan sedang marah, minimal kesal.  Saya cuma bisa menduga-duga entah ada apakah gerangan.  Sampai akhirnya saya membaca kisah keriuhan di suatu titik di pulau dewata, oleh manusia yang mengaku-ngaku cinta negeri ini, tetapi berlaku tidak seperti itu.

entahlah, saya merasa tak punya kapasitas untuk menilai orang-orang yang entah punya agenda apa, atau malah punya ketakutan apa.. biarlah sudah untuk sementara.

lalu, masalah kebijakan, itu ada kawan kerja yang sedang kuliah dan rupanya dapat tugas banyak.  Saya cuma bisa bantu minjemin buku sama kasih pandangan yang tampaknya malah bikin dia tambah pusing haha

Tapi buku yang saya pinjemin itu, berjudul besar Public Policy oleh Dr. Riant Nugraha, salah satu buku teori yang saya suka, tak sepenuhnya begitu sih, soalnya isinya lebih dari itu.  Kumpulan teori dan bermacam analisis kebijakan publik yang disusun dengan apik sehingga menyenangkan untuk dibaca.  Menurut saya begitu.  Selain itu gambar sampulnya menarik.  Saya rekomendasikan untuk yang mempelajari tentang kebijakan.

Kalau soal kebijakan, sebenarnya yang menarik saya justru soal kebijakan deliberatif, yang diajarkan oleh promotor saya saat awal kuliah.

Ini, kenapa kalau menulis disini lancarnya minta ampun.  Tatkala menyusun tugas untuk disampaikan ke bos kok ya macet haha.

tentang Twenty Fifteen

..kata salah seorang pengunjung yang sepertinya cukup rajin mampir kesini, blog ini agak lama dibuka di henpon.  Saya pikir, mungkin akibat theme Hemingway yang memang sepertinya CSS nya agak ribet.  Mungkin lho ya.  Akibatnya saya kembalikan lagi ke theme bawaan wordpress, theme WP kekinian yang lumayan saya suka karena kesederhanaannya.  Dulu mas Galih yang cukup lama menggunakannya.

Kemarin, sehabis seting hosting baru beres, akhirnya berhasil nyeting akismet, instal dan seting jetpack, seperti itulah, kembali mengingat-ingat lagi.  Soal kecepatan loading blog dan lain-lain, aseli saya harus belajar lagi, tapi tak begitu penting juga, yang penting posting lancar dan gampang dibuka dimana-mana #mbulet

Begitulah.

Kemudian, saya rasanya ingin membikin resensi bacaan saya sepanjang november kemarin.  Tapi tak ada yang baru juga, malah beli beberapa buku yang pernah saya punyai, semacam serial drunken-nya Pidi Baiq, the Girl with the dragon tattoo, nguping jakarta dan banyak lagi yang saya beli saat pameran buku akhir bulan kemarin.  Sementara buku 24 Jam bersama Gaspar yang sepertinya bagus itu belum juga ketemu mood yang bagus untuk menuntaskannya.

Soal tontonan, garing.  Cuma pernah nonton bioskop sekali pas ke Jogja kemarin.  Nonton Justice League yang sudah banyak mereviewnya.  Yang jelas film itu menghibur, dan masih bingung dengan orang yang menanggapi film itu terlalu serius, lha film kaya gituan memang untuk dinikmati, namanya juga fiksi.  Kalau tak bisa menikmati film semacam itu, ya itu salah yang nonton dong, sudah tahu jenis film gitu pasti bakal gitu.

Sementara nulis ini saja dulu, hayah lagian siapa juga yang rajin sampai tamat.  Ini sekalian ngetes auto share, begitulah.

tentang Hemingway

..salah satu theme wordpress favorit saya yang sudah tak apdet lagi, malah dihapus dari daftar theme, sekarang cuma bisa dinikmati kalau hosting sendiri, atau kalau pake blog wordpress lama yang dulunya pernah menggunakan theme ini.

mungkin salah satu hal subjektif yang saya suka dari theme ini, selain kesederhanannya, tampilan hitamnya (walau bisa diganti warna latar alternatif lain yaitu putih), juga theme ini pernah digunakan oleh bubinlantang.wordpress.com, blog penulis bubin yang dibuat sesaat sebelum kisah langit merah terbit, walau akhirnya blog itu dihapus..